PENDAHULUAN
Fungsi komunikasi di dalam masyarakat amatlah banyak, akan tetepi pada umumnya dinilai penting antra lain.adalah fungsi pengawasan . Bagi masyarakat, fungsi ini antara lain adanya bahaya atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus . komunikasi massa juga dapat dimanfaatkan dalam pemberian penyuluhan, tapi pada kenyataan yang ada komunikasi seperti ini banyak dilakukan oleh pemegag kekuasan dalam rangka memonitor gejolak atau aktifitas masyarakat, sehingga lebih lanjut dapat mengatur strategi yang sebaiknya di ambil untuk mengendalikan mereka. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menembah keyakinan kelompok- kelompok masyarakat untuk semakin yakin atas gerakan- gerakan yang diambil dan bergabung dengan kelompok lainnya.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.
Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. Bila di suatu tempat terdapat dua manusia atau lebih, dapat dipastikan terjadi komunikasi manusia.
Semua orang perlu berkomunikasi, karena perlu menyampaikan ”sesuatu”, perlu menyampaikan pikiran atau perasaan yang diinginkan/ ingin disampaikan oleh satu pihak kepada orang lain.
FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
Dalam kajian ilmu komunikasi banyak ahli mengemukakan pendapatnya tentang fungsi-fungsi komunikasi. Dari berbagai pendapat yang berkembang, banyaknya media masa baik koran, tv, radio dan sebagainya membuat kita sekaligus memudahkan kita untuk berkomunikasi tentang dunia luar, dan apa yang terjadi pada hari ini, atau kemarin, bahkan yang akan datang.
Sesungguhnya banyak ahli yang mengungkapkan fungsi komunikasi dengan versinya masing- masing. Memang adakalanya terdapat bidang- bidang bahasa yang mirip atau relatif sama, akan tetapi banyak pula bidang-bidang yang berbeda dan jauh lebih luas. Untuk lebih memperkaya pengetahuan, sudah tentu sangat baik apabila dikemukakan juga pendapat seorang tokoh yang sangat terkenal dibidangnyayang bukunya telah diterjemahkan ke dalam dua belas bahasa (12) dan tersebar di berbagai belahan dunia. Siapa lagi kalau bukan Joseph De Vito
De Vito juga mengatakan, bahwa popularitas dan pengaruh yang merasuk dari media mssahanya dapat dipertahankan apabila mereka menjalankan beragam fungsi yang paling penting dalam bahasanya adalah sebagai berikut :
(1) Fungsi menghibur
De Vito menyebutkan, bahwa media mendisain program- program mereka untuk menghibur khalayak. Tentu saja, sebenarnya, mereka memberi hiburan itu untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak mungkin, sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada para pengiklan. Inilah sebab utama adanya komunikasi masa. Dalam masyarakat dimana negara membantu kehidupan media atau dimana periklanan dilarang untuk dilakukan dibanyak macam media, prosesnya berbeda. Tetapi diamerika serikat dan dikebanyakan negara demokrasi lainnya, jika media tidak memberi hiburan, mereka tidak akan hidup lama dan dengan cepat akan tersingkir dari arena. Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) meyebutkan bahwa fungsi menghibur; media masa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikannya sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetika yang dituangkan dalam bentik lagu, lirik, dan bunyi maupun gambar dan bahasa, membawah orang pada situasi menikmati hiburan seperti halnya dengan kebutuhan pokok lainnya.
(2) Fungsi mempengaruhi
Meskipun fungsi media yang paling jelas adalah menghibur, namun fungsinya yang terpenting adalah mempengaruhi (to persuade). Persuasi dapat datang dalam banyak bentuk, misalnya:
ü Mengukuhkan atau memperkuat sikap percaya, atau nilai seseorang,
ü Mengubah sikap, kepercayaan seseorang,
ü Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu,
ü Memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu.
a) Mengukuhkan sikap
Menurut De Vito, adalah sukar bagi satu pihak untuk mengubah orang dari satu sikap ke sikap yang lain. Dan media, dengan semua sumber daya dan kekuatan yang ada pada mereka, tidak terkecuali. Lebih sering media mengukuhkan, atau membuat kepercayaan, sikap, nilai, dan opini kita menjadi lebih kuat. Kaum demokrat akan memaparkan diri mereka dalam persuasi yang demokratis dan akan menghasilkan pengukuhan dari pengalaman ini. Demikian pula orang yang religius akan mendengarkan pesan-pesan yang sesuai dengan keyakinan mereka dan akan menjadi kuat dalam meyakini kepercayaan mereka. Bahkan komunikasi yang kita kira mengubah sikap seringkali hanya merupakan pengukuhan dan sikap yang sudah ada. De Vito memberikan contoh tentang hal ini sebagai berikut:
Serial“All in the Family” telah lama dianggap mengubah sikap terhadap prasangka dan stereotype. Keseluruhan program ini dianggap sebagai sindiran terhadap prasangka. Archie (salah satu took dalam program ini) misalnya, dianggap mewakili orang idiot yang selalu diremehkan oleh anak dan menantunya. Tetapi penelitian menunjukan bahwa program ini lebih bersifat mengukuhkan ketimbang mengurangi prasangka etnis dan rasial. “Data”, kata niel Vidmar dan Milton Rokeach (1974), tampaknya mendukung mereka yang berpendapat bahwa program ini mengeksploitasi atau mendukung sikap fanatic.
b) Mengubah sikap
Media akan mengubah sementara orang yang tidak memihak dalam satu masalah tertentu. Jadi, mereka yang terjepit diantara orang Republik dan Demokrat (diAmerika) akhirnya akan tersesat kesalah satu pihak akibat pengaruh pesan-pesan media. Media juga banyak menghasilkan perubahan yang kita anggap sepele. Sebagai contoh, perubahan pada perilaku membeli kertas tisu, mungkin sangat dipengaruh oleh media. Akan tetapi De Vito menegaskan pula bahwa, preferensi politik, sikap religius, dan komitmen sosial, khususnya yang sangat kita yakini, tidak mudah diubah.
c) Menggerakkan
Dari sudut pandang pengiklan, fungsi terpenting dari media adalah menggerakkan (activating) para konsumen untuk mengambil tindakan. Media berusaha mengajak para pemirsa atau pembaca untuk membeli roti merk tertentu, menggunakan silet merk tertentu, dan memilih barang merk tertentu disbanding merk yang lain. Setelah suatu sikap dibentuk atau suatu pola perilaku dimantapkan, media berfungsi menyalurkan, mengendalikannya kearah tertentu. Sebagai contoh, setelah pola membayar $ 60 untuk sepotong celana jeans dimantapkan, media dapat mengarahkan perilaku ini dengan mudah ke merk Guess, Calvin Klein Sasson, atau merk apapunyang berharga mahal. Lebih baik lagi jika label harga nampak jelas.
d) Menawarkan etika atau system nilai tertentu
Fungsi persuasif lainya adalah mengetikakan (ethicizing). Dengan mengungkapkan secara terbuka adanya penyimpanan tertentu dari suatu norma yang berlaku (misalnya, skandal jim Brakker), media merangsang masyarakat untuk mengubah situasi. Mereka menyajikan etik kolektif kepada pemirsa atau pembaca. Sebagai contoh, tanpa dipublikasikannya skandal Watergate, tidaklah mungkin muncul tuntutan masyarakat yang akhirnya menjatuhkan pemerintah Richard Nixon. Ditulis 20 tahun sebelum skandal Watergate. Lazarsfeld dan Merton (1951) menyatakan;
Dalam masyarakat, fungsi pemaparan terbuka ini dilembagakan dalam komunikasi media massa; pers,radio,dan televise memaparkan penyimpanan dari opini public secara cukup terbuka, dan akibatnya, pemaparan ini menggerakan masyarakat untuk bertindak menentang apa yang secara pribadi dapat ditoleransi. Media massa dapat, misalnya, menggungkapkan ketegangan akibat diskriminasi rasial dengan menarik perhatian masyarakat atas praktik-pratik yang bertentangan dengan norma-norma non-diskriminasi. Adakalahnya, media dapat mengorganisasikan kegiatan-kegiatan terbuka menjadi suatu “perang suci”.
(3) Fungsi penyampain informasi
Menurut De Vito, sebagian besar informasi, kita dapatkan bukan dari sekolah, melainkan dari media. Kita belajar musik, politik, seni, flim, sosiologi, psikologi, ekonomi, dan masih banyak lagi subjek lainnya dari media. Kita juga mnggenal tempat-tempat lain dan massa-massa lain dari flim, di samping juga dari buku sejarah. Salah satu cara mndidik (atau mempersuasi) dlah melalui pengajaran nilai-nilai, opini, serta aturan-aturan yang dianggap benar kepada pemirsa atau pembaca. Artinya, ebagian dari fungsi edukasi media diarahkan untuk membuat khalayak tersosialisasi. Mereka melakukannya dalam drama, cerita, diskusi, artikel, komik, dan iklan-iklan. Dalam semua situasi ini, nilai-nilai masyarakat diungkapkan secara tidak dikatakan. Maksudnya begini, kita diajari bagaimana berpakaian yang pantas untuk berbagai macam kesempatan, apa artinya menjadi warga negara yang baik, apa makanan yang layak, bagaimana menyelenggarakan diskusi atau percakapan, bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berlainan bangsa atau suku, bagaimana berperilaku di tempat asing, dan lain sebagainya.
Informasi perlu disampaikan kepada warga masyarakat karena kenyataan menunjukan bahwa;
a)Manusia hanya dapat maju dan berkembang apabila dia mengetahui nilai-nilai yang perlu dicapai.
b) Tidak semua orang mempunyai pengetahuan yang sama mengenai nilai-nilai yang sudah berhasil dicapai, mengenai sarana-sarana yang harus dipakai dan bahaya-bahaya yang harus disingkiri.
c)Setiap orang mempunyai hak asasi untuk mendapat informasi yang berguna bagi kehidupannya.
Organisasi umat manusia akan berjalan pincang apabila dalam sistem sosialnya tidak didirikan tempat-tempat sumber informasi untuk menyiarkan apa yang berguna bagi kehidupan bersama, tidak hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan jasmani, tetapi juga hal-hal yang menyakut rohani yang tidak kurang pentingnya bagi manusia.
Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) menyimpulkan bahwa fungsi informasi, yakni kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya, apakah itu dalam lingkungan daerah, nasional atau internasional.
(4) Fungsi mendidik
Baik secara langsung maupun tidak langsung, komunikasi berfungsi memberikan bimbingan-bimbingan bagi masyarakat, amanat yang bernilai tinggi dapat menimbulkan gairah kerja, menghidupkan semangat yang telah padam. Warga masyarakat yang menyimpang dari pola-pola kelakuan yang benar dapat dikembalikan kejalan yang benar. Misalnya, kaum petani yang tidak tau bagaimana mengunakan pupuk menurut resep yang tepat untuk menyuburkan tanaman akan merasa menemukan petunjuk yang dicari.
Bimbingan disampaikan lewat pesan (amanat) yang sifatnya menuntun, menyutujui, menolak, mencela, menegur, mendukung atau menentang, mengajak atau menganjurkan, memberi petunjuk mengenai prioritas tertentu diantara sekian banyak tindakan yang harus dilaksanakan.
Menurut Sean MacBride, mengatakan bahwa fungsi mendidik, yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, baik untuk pendidikan formal disekolah maupun untuk diluar sekolah. Juga meningkatkan kualitas penyajian materi yang baik, menarik dan mengesankan.
KESIMPULAN
Fungsi adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh mannusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Komunikasi berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi media masa telah mengalami banyak perubahan.
Fungsi komunikasi di dalam masyarakat amatlah banyak, akan tetepi pada umumnya dinilai penting antra lain.adalah fungsi pengawasan . Bagi masyarakat, fungsi ini antara lain adanya bahaya atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus . komunikasi massa juga dapat dimanfaatkan dalam pemberian penyuluhan, tapi pada kenyataan yang ada komunikasi seperti ini banyak dilakukan oleh pemegag kekuasan dalam rangka memonitor gejolak atau aktifitas masyarakat, sehingga lebih lanjut dapat mengatur strategi yang sebaiknya di ambil untuk mengendalikan mereka. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menembah keyakinan kelompok- kelompok masyarakat untuk semakin yakin atas gerakan- gerakan yang diambil dan bergabung dengan kelompok lainnya.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.
Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. Bila di suatu tempat terdapat dua manusia atau lebih, dapat dipastikan terjadi komunikasi manusia.
Semua orang perlu berkomunikasi, karena perlu menyampaikan ”sesuatu”, perlu menyampaikan pikiran atau perasaan yang diinginkan/ ingin disampaikan oleh satu pihak kepada orang lain.
FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
Dalam kajian ilmu komunikasi banyak ahli mengemukakan pendapatnya tentang fungsi-fungsi komunikasi. Dari berbagai pendapat yang berkembang, banyaknya media masa baik koran, tv, radio dan sebagainya membuat kita sekaligus memudahkan kita untuk berkomunikasi tentang dunia luar, dan apa yang terjadi pada hari ini, atau kemarin, bahkan yang akan datang.
Sesungguhnya banyak ahli yang mengungkapkan fungsi komunikasi dengan versinya masing- masing. Memang adakalanya terdapat bidang- bidang bahasa yang mirip atau relatif sama, akan tetapi banyak pula bidang-bidang yang berbeda dan jauh lebih luas. Untuk lebih memperkaya pengetahuan, sudah tentu sangat baik apabila dikemukakan juga pendapat seorang tokoh yang sangat terkenal dibidangnyayang bukunya telah diterjemahkan ke dalam dua belas bahasa (12) dan tersebar di berbagai belahan dunia. Siapa lagi kalau bukan Joseph De Vito
De Vito juga mengatakan, bahwa popularitas dan pengaruh yang merasuk dari media mssahanya dapat dipertahankan apabila mereka menjalankan beragam fungsi yang paling penting dalam bahasanya adalah sebagai berikut :
(1) Fungsi menghibur
De Vito menyebutkan, bahwa media mendisain program- program mereka untuk menghibur khalayak. Tentu saja, sebenarnya, mereka memberi hiburan itu untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak mungkin, sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada para pengiklan. Inilah sebab utama adanya komunikasi masa. Dalam masyarakat dimana negara membantu kehidupan media atau dimana periklanan dilarang untuk dilakukan dibanyak macam media, prosesnya berbeda. Tetapi diamerika serikat dan dikebanyakan negara demokrasi lainnya, jika media tidak memberi hiburan, mereka tidak akan hidup lama dan dengan cepat akan tersingkir dari arena. Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) meyebutkan bahwa fungsi menghibur; media masa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikannya sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetika yang dituangkan dalam bentik lagu, lirik, dan bunyi maupun gambar dan bahasa, membawah orang pada situasi menikmati hiburan seperti halnya dengan kebutuhan pokok lainnya.
(2) Fungsi mempengaruhi
Meskipun fungsi media yang paling jelas adalah menghibur, namun fungsinya yang terpenting adalah mempengaruhi (to persuade). Persuasi dapat datang dalam banyak bentuk, misalnya:
ü Mengukuhkan atau memperkuat sikap percaya, atau nilai seseorang,
ü Mengubah sikap, kepercayaan seseorang,
ü Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu,
ü Memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu.
a) Mengukuhkan sikap
Menurut De Vito, adalah sukar bagi satu pihak untuk mengubah orang dari satu sikap ke sikap yang lain. Dan media, dengan semua sumber daya dan kekuatan yang ada pada mereka, tidak terkecuali. Lebih sering media mengukuhkan, atau membuat kepercayaan, sikap, nilai, dan opini kita menjadi lebih kuat. Kaum demokrat akan memaparkan diri mereka dalam persuasi yang demokratis dan akan menghasilkan pengukuhan dari pengalaman ini. Demikian pula orang yang religius akan mendengarkan pesan-pesan yang sesuai dengan keyakinan mereka dan akan menjadi kuat dalam meyakini kepercayaan mereka. Bahkan komunikasi yang kita kira mengubah sikap seringkali hanya merupakan pengukuhan dan sikap yang sudah ada. De Vito memberikan contoh tentang hal ini sebagai berikut:
Serial“All in the Family” telah lama dianggap mengubah sikap terhadap prasangka dan stereotype. Keseluruhan program ini dianggap sebagai sindiran terhadap prasangka. Archie (salah satu took dalam program ini) misalnya, dianggap mewakili orang idiot yang selalu diremehkan oleh anak dan menantunya. Tetapi penelitian menunjukan bahwa program ini lebih bersifat mengukuhkan ketimbang mengurangi prasangka etnis dan rasial. “Data”, kata niel Vidmar dan Milton Rokeach (1974), tampaknya mendukung mereka yang berpendapat bahwa program ini mengeksploitasi atau mendukung sikap fanatic.
b) Mengubah sikap
Media akan mengubah sementara orang yang tidak memihak dalam satu masalah tertentu. Jadi, mereka yang terjepit diantara orang Republik dan Demokrat (diAmerika) akhirnya akan tersesat kesalah satu pihak akibat pengaruh pesan-pesan media. Media juga banyak menghasilkan perubahan yang kita anggap sepele. Sebagai contoh, perubahan pada perilaku membeli kertas tisu, mungkin sangat dipengaruh oleh media. Akan tetapi De Vito menegaskan pula bahwa, preferensi politik, sikap religius, dan komitmen sosial, khususnya yang sangat kita yakini, tidak mudah diubah.
c) Menggerakkan
Dari sudut pandang pengiklan, fungsi terpenting dari media adalah menggerakkan (activating) para konsumen untuk mengambil tindakan. Media berusaha mengajak para pemirsa atau pembaca untuk membeli roti merk tertentu, menggunakan silet merk tertentu, dan memilih barang merk tertentu disbanding merk yang lain. Setelah suatu sikap dibentuk atau suatu pola perilaku dimantapkan, media berfungsi menyalurkan, mengendalikannya kearah tertentu. Sebagai contoh, setelah pola membayar $ 60 untuk sepotong celana jeans dimantapkan, media dapat mengarahkan perilaku ini dengan mudah ke merk Guess, Calvin Klein Sasson, atau merk apapunyang berharga mahal. Lebih baik lagi jika label harga nampak jelas.
d) Menawarkan etika atau system nilai tertentu
Fungsi persuasif lainya adalah mengetikakan (ethicizing). Dengan mengungkapkan secara terbuka adanya penyimpanan tertentu dari suatu norma yang berlaku (misalnya, skandal jim Brakker), media merangsang masyarakat untuk mengubah situasi. Mereka menyajikan etik kolektif kepada pemirsa atau pembaca. Sebagai contoh, tanpa dipublikasikannya skandal Watergate, tidaklah mungkin muncul tuntutan masyarakat yang akhirnya menjatuhkan pemerintah Richard Nixon. Ditulis 20 tahun sebelum skandal Watergate. Lazarsfeld dan Merton (1951) menyatakan;
Dalam masyarakat, fungsi pemaparan terbuka ini dilembagakan dalam komunikasi media massa; pers,radio,dan televise memaparkan penyimpanan dari opini public secara cukup terbuka, dan akibatnya, pemaparan ini menggerakan masyarakat untuk bertindak menentang apa yang secara pribadi dapat ditoleransi. Media massa dapat, misalnya, menggungkapkan ketegangan akibat diskriminasi rasial dengan menarik perhatian masyarakat atas praktik-pratik yang bertentangan dengan norma-norma non-diskriminasi. Adakalahnya, media dapat mengorganisasikan kegiatan-kegiatan terbuka menjadi suatu “perang suci”.
(3) Fungsi penyampain informasi
Menurut De Vito, sebagian besar informasi, kita dapatkan bukan dari sekolah, melainkan dari media. Kita belajar musik, politik, seni, flim, sosiologi, psikologi, ekonomi, dan masih banyak lagi subjek lainnya dari media. Kita juga mnggenal tempat-tempat lain dan massa-massa lain dari flim, di samping juga dari buku sejarah. Salah satu cara mndidik (atau mempersuasi) dlah melalui pengajaran nilai-nilai, opini, serta aturan-aturan yang dianggap benar kepada pemirsa atau pembaca. Artinya, ebagian dari fungsi edukasi media diarahkan untuk membuat khalayak tersosialisasi. Mereka melakukannya dalam drama, cerita, diskusi, artikel, komik, dan iklan-iklan. Dalam semua situasi ini, nilai-nilai masyarakat diungkapkan secara tidak dikatakan. Maksudnya begini, kita diajari bagaimana berpakaian yang pantas untuk berbagai macam kesempatan, apa artinya menjadi warga negara yang baik, apa makanan yang layak, bagaimana menyelenggarakan diskusi atau percakapan, bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berlainan bangsa atau suku, bagaimana berperilaku di tempat asing, dan lain sebagainya.
Informasi perlu disampaikan kepada warga masyarakat karena kenyataan menunjukan bahwa;
a)Manusia hanya dapat maju dan berkembang apabila dia mengetahui nilai-nilai yang perlu dicapai.
b) Tidak semua orang mempunyai pengetahuan yang sama mengenai nilai-nilai yang sudah berhasil dicapai, mengenai sarana-sarana yang harus dipakai dan bahaya-bahaya yang harus disingkiri.
c)Setiap orang mempunyai hak asasi untuk mendapat informasi yang berguna bagi kehidupannya.
Organisasi umat manusia akan berjalan pincang apabila dalam sistem sosialnya tidak didirikan tempat-tempat sumber informasi untuk menyiarkan apa yang berguna bagi kehidupan bersama, tidak hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan jasmani, tetapi juga hal-hal yang menyakut rohani yang tidak kurang pentingnya bagi manusia.
Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) menyimpulkan bahwa fungsi informasi, yakni kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya, apakah itu dalam lingkungan daerah, nasional atau internasional.
(4) Fungsi mendidik
Baik secara langsung maupun tidak langsung, komunikasi berfungsi memberikan bimbingan-bimbingan bagi masyarakat, amanat yang bernilai tinggi dapat menimbulkan gairah kerja, menghidupkan semangat yang telah padam. Warga masyarakat yang menyimpang dari pola-pola kelakuan yang benar dapat dikembalikan kejalan yang benar. Misalnya, kaum petani yang tidak tau bagaimana mengunakan pupuk menurut resep yang tepat untuk menyuburkan tanaman akan merasa menemukan petunjuk yang dicari.
Bimbingan disampaikan lewat pesan (amanat) yang sifatnya menuntun, menyutujui, menolak, mencela, menegur, mendukung atau menentang, mengajak atau menganjurkan, memberi petunjuk mengenai prioritas tertentu diantara sekian banyak tindakan yang harus dilaksanakan.
Menurut Sean MacBride, mengatakan bahwa fungsi mendidik, yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, baik untuk pendidikan formal disekolah maupun untuk diluar sekolah. Juga meningkatkan kualitas penyajian materi yang baik, menarik dan mengesankan.
KESIMPULAN
Fungsi adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh mannusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Komunikasi berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi media masa telah mengalami banyak perubahan.