7 September 2008

KEBUTUHAN DAN REKOMENDASI GIZI PADA IBU MENYUSUI

PENDAHULUAN

Tidak diragukan lagi bahwa ASI memang merupakan makanan terbaik untuk bayi. Namun sayangnya penggunaan ASI terus menurun secara drastis. Perilaku tidak menyusui berubah sejalan dengan perubahan pendidikan formal. Pemberian susu botol meningkat dari 5% (Pendidikan Sekolah Dasar ke atas) sampai 56% (perguruan tinggi). Sebaliknya pemberian ASI menurun dari 89% (sekolah dasar) sampai 0% (perguruan tinggi). Pemberian ASI eksklusif cenderung menurun dari 37 % menjadi 30 %, sementara pemberian makanan tambahan tetap tidak cukup.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu tidak dapat menyusui bayi. Salah satu ialah karena air susu tidak keluar. Penyebab air susu tidak keluar juga tidak sedikit, mulai dari stres mental sampai ke penyakit fisik termasuk malnutrisi.
Ibu menyusui sesungguhnya tidak perlu diet yang sangat sempurna. Ada beberapa zat gizi yang harus lebih dikonsumsi selama menyusui. Komposisi ASI pada ibu yang kurang banyak mengkonsumsi makanan sebenarya tidak berbeda dengan yang banyak mengkonsumsi makanan tetapi yang berbeda adalah volume ASI itu sendiri. Sebab itu ibu menyusui dianjurkan untuk memperbanyak minum serta cukup beristirahat.
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Di Philipina jika ASI tidak keluar secara teratur, ibu menyusui disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi ayam dan pepaya muda yang digodok dengan santan. Ibu juga disarankan memakan sup dari kerang rebus dan diberi jahe. Sementara ibu-ibu di Korea pada umumnya mengkonsumsi sup dari ganggang laut dengan nasi untuk meningkatkan produksi ASI. Imigran spanyol di Amerika mempercayai bahwa bila ibu dibiarkan kedinginan terlalu lama, akan mengurangi pengeluaran ASI. Di Finlandia susu formula tidak populer bagi bayi, hampir semua ibu memberi ASI bagi bayi mereka. Sebagai kesimpulan dapat di kemukakan bahwa pemberian ASI bagi bayi telah meluas dan populer sampai ke Indonesia dimana telah dikenal dengan program ASI eksklusif. Agar tercapai hal tersebut maka ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang bergizi, beragam dan bervariasi sesuai kebutuhan dan berdasarkan angka kecukupannya.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan
Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat-zat gizi. Kekurangan atau kelebihan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat buruk terhadap kesehatan. Kebutuhan akan energi dan zat-zat gizi bergantung pada berbagai faktor, seperti umur, gender, berat badan, iklim dan aktivitas fisik. Oleh karena itu perlu disusun angka kecukupan gizi yang dianjurkan yang sesuai untuk rata-rata penduduk yang hidup didaerah tertentu. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan digunakan sebagai standar guna mencapai status gizi optimal bagi penduduk.
Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (AKG) atau Recommended Dietary Allowences (RDA) adalah taraf konsumsi zat-zat gizi esensial, yang berdasarkan pengetahuan ilmiah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir semua orang sehat. Angka kecukupan gizi berbeda dengan kebutuhan gizi (dietary requirements). Angka kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi minimal yang dibutuhkan seseorang untuk mempertahankan status gizi adekuat.

B. FISIOLOGI ASI
B.1. Pengertian
Kelenjar susu tersusun atas dua macam jaringan, yaitu jaringan kelenjar (glandular tissue, atau parenkim), dan penopang (supporting tissue atau stroma). Jaringan kelenjar berisi banyak sekali kantong alveolus yang dikelilingi oleh jaringan epitel otot yang bersifat kontraktif. Bagian dalam alveolus dilapisi oleh selapis epitel. Susu dibentuk pada epitel kelenjar ini. Persiapan untuk berproduksi berlangsung selama kehamilan sehingga memperbesar sampai 2-3 kali ukuran normal.
Air susu terbentuk melalui dua fase, yaitu fase sekresi dan pengaliran. Pada bagian pertama, susu di sekresi oleh sel kelenjar kedalam lumen alveoli. Pada tikus proses ini diawasi oleh hormon prolaktin dan ACTH. Kedua hormon ini mempengaruhi perkembangan kelenjar mamme. Pada fase kedua air susu dihasilkan oleh kelenjar dilairkan ke puting susu, setelah sebelumnya terkumpul dalam sinus. Selama kehamilan berlangsung laktogenesis kemungkinan besar terkunci oleh pengaruh progesteron pada sel kelenjar. Seusai partus kadar hormon ini menyusut drastis memberi kesempatan prolaktin untuk bereaksi sehingga mengimbas ke laktogenesis.
Refleksi yang berpengaruh terhadap kelancaran laktasi adalah refleksi yang terjadi pada ibu (yaitu refleksi prolaktin dan refleksi oksitosin) dan relaks yang terjadi pada bayi (yaitu mencari puting susu, mengisap dan menelan).
ü Refleksi Prolaktin
Ketika bayi menyusu, ujung saraf sensori yang terdapat pada papila mammae terangsang. Impuls dibawa oleh serabut aferen ke hipotalamus didasar otot, yang akan memacu pars anterior hipose untuk mengeluarkan prolaktin ke dalam darah. Prolaktin memacu sel kelenjar untuk menyekresi air susu. Jadi makin sering menyusu makin banyak prolaktin dilepas sehingga makin banyak air susu yang diproduksi oleh kelenjar.
ü Refleksi Oksitosin
Ransangan yang ditimbulkan bayi waktu menyusu diantar sampai ke pars posterior hipofise yang akan melepas hormon oksitosin ke darah. Oksitosin ini akan memacu sel-sel mioepitel yang mengelilingi aveoli dan duktuli berkontraksi sehingga memeras air susu dari aveoli, duktuli sinus menuju papilla mammae. Keluarnya air susu karena kontraksi mioeptel tersebut disebut ” let down feflex’. Oksitosin juga mempengaruhi dinding uterus (miometrium) berkontraksi sehingga mempercepat keluarnya plasenta dan lokia sehingga mengurangi perdarahan. Rasa khawatir dan sedih akan menghambat refleks tersebut juga rasa sakit.
ü Refleks mencari puting susu
Bila bayi disentuh pipinya dengan sendirinya ia akan menoleh kearah sentuhan. Bila bibir dirangsang atau disentuh ia akan membuka mulut dan berusaha mencari puting untuk menyusu. Keadaan ini disebut ”rooting reflex”.
ü Refleksi menghisap
Refleks menghisap mulai ada sesuatu yang merangsang langit-langit belakang (pallatum durum) bayi. Untuk dapat merangsang langit-langit bagian belakang, maka areola mammae harus dapat seluruhnya tertangkap oleh mulut bayi. Dengan demikian areola dan papilla akan tertekan gusi, lidah serta langit-langit bayi. Sehingga sinus laktiferus yang ada di bawah areola mammae tertekan. Akibatnya air susu diperas keluar ke mulut bayi.

C. Makanan Ibu Menyusui
Pemberian ASI sangat penting karena ASI merupakan makanan utama bayi. Dengan ASI bayi akan tumbuh sempurna sebagai manusia yang sehat, bersifat lemah lembut dan mempunyai IQ yang tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung asam dokosa heksaeniod (DHA). Bayi yang diberi ASI secara bermakna akan mempunyai IQ yang lebih tinggi daripada yang mendapat susu bubuk. Bayi yang diberi ASI akan mendapat kasih sayang dari ibu karena dekapan ibu, maka ikatan antara ibu dan bayi menjadi erat. Kesatuan ikatan antara ibu dan bayi akan menyebabkan emosi ibu menjadi baik. Emosi ibu yang baik akan meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin akan merangsang kelenjar-kelenjar pada buah dada untuk berkontraksi mengeluarkan ASI. Selama menyusui ibu memproduksi sekitar ± 800 cc air susu yang mengandung ± 600 Kkal. Karena itu ibu menyusui membutuhkan tambahan ± 800 Kkal yaitu ± 600 Kkal untuk produksi ASI dan 200 Kkal untuk aktivitas ibu selama menyusui. Karena itu kebutuhan ibu menyusui ± 2.200 Kkal untuk kebutuhan normal, ditambah dengan 800 Kkal sehingga keseluruhan menjadi 3.000 Kkal sehari.
Tambahan gizi lain dalam sehari bagi ibu menyusui adalah protein sebanyak 50 gram, kalsium 0,5 – 1 gram, zat besi 20 mg, vitamin C 100 mg, vitamin B1 1,3 mg, vitamin B2 1,3 mg, dan air ± 8 gelas sehari. Disamping itu pada ibu menyusui dianjurkan makanan makanan yang mengandung asam lemak omega 3. asam lemak omega 3 banyak terdapat pada ikan laut seperti kakap, tongkol dan lemuru. Asam lemak omega 3 akan dirubah menjadi DHA, zat ini akan dikeluarkan melalui ASI. Kalsium terdapat susu, keju, teri, kacang-kacangan, dan sebagainya. Zat besi terdapat pada datging, hati, golongan sea food, dan bayam. Zn (zink) banyak teradapat pada sea food. Vitamin C terdapat dalam buah-buahan yang memiliki rasa kecut dan asam seperti jeruk, sirsak, apel, tomat. Vitamin B1 dan B2 terdapat pada beras, kacang-kacangan, hati, telur, ikan dan sebagainya.

D. Prinsip Gizi pada Ibu Menyusui
Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan , ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri. Kebutuhan gizi selama laktasi didasarkan pada kandungan gizi air susu ibu dan jumlah gizi penghasil susu.

E. Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui
Kalori. Ibu menyusui membutuhkan sekitar 500 kalori per hari untuk menghasilkan air susu bagi kebutuhan bayinya. Untuk mengetahui terpenuhinya kebutuhan kalori dengan cara menimbang berat badan, apabila terjadi penurunan lebih dari 0,9 kg per minggu setelah minggu pertama menyusui, berarti kebutuhan kalori tidak tercukupi, sehingga akan mengganggu produksi air susu.

Protein. Ibu menyusui membutuhkan tiga porsi protein per hari selama menyusui, protein sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi air susu. Ibu memerlukan tambahan 20 gram protein diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16% dari tambahan 500 kal yang diajurkan.

Vitamin C. Karena bayi tidak dapat memperoleh kebutuhan vitamin C selain dari air susu ibu, maka ibu menyusui perlu makan dua porsi makanan segar yang mengandung vitamin C per hari, untuk menjamin bahwa air susu merupakan sumber vitamin C bagi bayinya.
Kalsium. Selama menyusui kebutuhan kalsium akan meningkat satu porsi sehari, melebihi kebutuhan selama kehamilan, dengan total lima porsi sehari.

Zat Besi. Ibu menyusui memerlukan pergantian simpanan darah yang hilang setelah melahirkan, dan untuk keperluan bayi. Untuk itu selama menyusui makanlah makanan yang kaya akan zat besi setiap hari. Karena tidak mungkin didapatkan hanya dari makanan, maka ibu menyusui perlu mendapatkan suplemen zat besi sedikitnya 30-60 mg per hari.

Lemak. Lemak merupakan komponen penting dalam air susu, sebagian kalori yang dikandungnya berasal dari lemak. Lemak bermanfaat untuk pertumbuhan bayi. Kebutuhan lemak berkaitan dengan berat badan, apabila berat badan ibu menyusui turun, maka tingkatkan asupan lemak sampai empat porsi sehari.

Cairan. Pertimbangan gizi lain selama menyusui adalah asupan cairan. Dianjurkan bahwa ibu yang menyusui minum 2-3 liter cairan per hari, lebih baik dalam bentuk air putih, susu dan jus buah bukan minuman ringan, sirup, dan minuman mengandung kafein. Biasanya ibu sangat dianjurkan untuk minum satu gelas setiap kali menyusui. Rasa haus adalah indikator baik tentang kebutuhan cairan, kecuali ibu hidup di lingkungan kering atau melakukan latihan fisik di cuaca panas. Cairan yang dikonsumsi berlebihan dalam keadaan haus tidak meningkatkan volume susu.

Garam. Untuk pembentukan air susu gunakan garam dalam jumlah secukupnya, penambahan garam meja agak dikurangi. Garam yang digunakan harus mengandung iodium, karena iodium sangat dibutuhkan oleh bayi. Hindari makanan olahan, dan makanan cepat saji dalam jumlah yang banyak, karena makanan tersebut mengandung garam lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Vitamin dan Mineral. Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil. Zat gizi yang paling mungkin dikonsumsi dalam jumlah yang tidak adekuat oleh ibu menyusui adalah kalsium, magnesium, zink, vitamin B6 dan folat. Multivitamin dan suplemen mineral tidak dianjurkan untuk menggunaan rutin. Namun suplemen khusus dapat diindikasikan ketika asupan ibu tidak adekuat, misalnya:
Multivitamin seimbang dan suplemen mineral diperlukan ibu yang mengkonsumsi makanan kurang dari 1800 kal/ hari.

Suplemen kalsium diindikasikan untuk ibu yang intoleran laktosa atau yang tidak mengkonsumsi susu cukup dan makanan kaya kalsium lainnya.
Suplemen vitamin D mungkin perlu untuk ibu yang menghindari makanan yang diperkaya vitamin D (misal susu, sereal) dan sedikit terpajan pada matahari.
Suplemen viatmin B12 perlu untuk vegetarian ketat bila mereka tidak mengkonsumsi produk tanaman diperkaya vitamin B12 secara teratur.Suplemen zat besi mungkin diperlukan untuk mengganti defisit zat besi selama hamil dan kehilangan darah selama melahirkan
DAFTAR PUSTAKA

1. Almatsier, S. (2003). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
2. Depkes RI. (1996). 13 Pesan dasar Gizi Seimbang. Depkes RI, Jakarta.
3. Depkessos (2000). Gizi Seimbang Menuju Hidup Sehat Bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.
Direktorat Gizi Masyarakat, Jakarta.
4. Arisman, M.B. (2004). Gizi Dalam Daur Kehidupan, EGC, Jakarta.
5. Paath, E.F., Rumdasih, Y., Heryati (2004). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi, EGC,
Jakarta.
6. Sediaoetama, A.D. (2000). Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi. Dian Rakyat, Jakarta.
7. Suhardjo. (1989). Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak, Petunjuk Laboratorium.
Depdikbud, Bogor.
8. Wiryo, H. (2002). Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil, dan Menyusui Dengan Bahan
Makanan Lokal. Sagung Seto, Jakarta.

Cara Praktis menghitung kebutuhan kalori sehari

1. mengetahui Tinggi badan (TB), misalnya TB = 170cm
2. mengetahui berat badan (BB), misalnya BB = 80 kg
3. mengetahui berat badan ideal (BBI), BBI = (TB – 100) – 10%
Bila pendek :
Pria TB kurang dari 160 cm, wanita kurang dari 150 cm tak perlu dikurangi 10%.
Jadi bila TB 170 cm, BB = (170 – 100) – 10% = 63 kg
4. mengetahui BB normal (BBN), BBN = BB Ideal ± 10%
= 63 kg ± 10%, jadi 56,7 kg – 69,3 kg
5. mengetahui berapa kebutuhan kalori per kg BB ideal
Dengan mengetahui status gizi (normal, kurus atau gemuk) dan aktivitas.
6. kebutuhan kalori sehari : BB ideal x kebutuhan kalori per kg BB ideal
Misalnya aktivitas ringan dengan BB gemuk maka kebutuhan kalori per kg BB ideal
adalah = 25 kalori. Jadi kebutuhan kalori = 63 x 25 kalori = 1575 ----- 1500 kalori.

FUNGSI KOMUNIKASI

PENDAHULUAN

Fungsi komunikasi di dalam masyarakat amatlah banyak, akan tetepi pada umumnya dinilai penting antra lain.adalah fungsi pengawasan . Bagi masyarakat, fungsi ini antara lain adanya bahaya atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus . komunikasi massa juga dapat dimanfaatkan dalam pemberian penyuluhan, tapi pada kenyataan yang ada komunikasi seperti ini banyak dilakukan oleh pemegag kekuasan dalam rangka memonitor gejolak atau aktifitas masyarakat, sehingga lebih lanjut dapat mengatur strategi yang sebaiknya di ambil untuk mengendalikan mereka. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menembah keyakinan kelompok- kelompok masyarakat untuk semakin yakin atas gerakan- gerakan yang diambil dan bergabung dengan kelompok lainnya.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.

Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. Bila di suatu tempat terdapat dua manusia atau lebih, dapat dipastikan terjadi komunikasi manusia.
Semua orang perlu berkomunikasi, karena perlu menyampaikan ”sesuatu”, perlu menyampaikan pikiran atau perasaan yang diinginkan/ ingin disampaikan oleh satu pihak kepada orang lain.

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA

Dalam kajian ilmu komunikasi banyak ahli mengemukakan pendapatnya tentang fungsi-fungsi komunikasi. Dari berbagai pendapat yang berkembang, banyaknya media masa baik koran, tv, radio dan sebagainya membuat kita sekaligus memudahkan kita untuk berkomunikasi tentang dunia luar, dan apa yang terjadi pada hari ini, atau kemarin, bahkan yang akan datang.
Sesungguhnya banyak ahli yang mengungkapkan fungsi komunikasi dengan versinya masing- masing. Memang adakalanya terdapat bidang- bidang bahasa yang mirip atau relatif sama, akan tetapi banyak pula bidang-bidang yang berbeda dan jauh lebih luas. Untuk lebih memperkaya pengetahuan, sudah tentu sangat baik apabila dikemukakan juga pendapat seorang tokoh yang sangat terkenal dibidangnyayang bukunya telah diterjemahkan ke dalam dua belas bahasa (12) dan tersebar di berbagai belahan dunia. Siapa lagi kalau bukan Joseph De Vito
De Vito juga mengatakan, bahwa popularitas dan pengaruh yang merasuk dari media mssahanya dapat dipertahankan apabila mereka menjalankan beragam fungsi yang paling penting dalam bahasanya adalah sebagai berikut :

(1) Fungsi menghibur
De Vito menyebutkan, bahwa media mendisain program- program mereka untuk menghibur khalayak. Tentu saja, sebenarnya, mereka memberi hiburan itu untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak mungkin, sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada para pengiklan. Inilah sebab utama adanya komunikasi masa. Dalam masyarakat dimana negara membantu kehidupan media atau dimana periklanan dilarang untuk dilakukan dibanyak macam media, prosesnya berbeda. Tetapi diamerika serikat dan dikebanyakan negara demokrasi lainnya, jika media tidak memberi hiburan, mereka tidak akan hidup lama dan dengan cepat akan tersingkir dari arena. Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) meyebutkan bahwa fungsi menghibur; media masa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikannya sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetika yang dituangkan dalam bentik lagu, lirik, dan bunyi maupun gambar dan bahasa, membawah orang pada situasi menikmati hiburan seperti halnya dengan kebutuhan pokok lainnya.

(2) Fungsi mempengaruhi
Meskipun fungsi media yang paling jelas adalah menghibur, namun fungsinya yang terpenting adalah mempengaruhi (to persuade). Persuasi dapat datang dalam banyak bentuk, misalnya:
ü Mengukuhkan atau memperkuat sikap percaya, atau nilai seseorang,
ü Mengubah sikap, kepercayaan seseorang,
ü Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu,
ü Memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu.

a) Mengukuhkan sikap
Menurut De Vito, adalah sukar bagi satu pihak untuk mengubah orang dari satu sikap ke sikap yang lain. Dan media, dengan semua sumber daya dan kekuatan yang ada pada mereka, tidak terkecuali. Lebih sering media mengukuhkan, atau membuat kepercayaan, sikap, nilai, dan opini kita menjadi lebih kuat. Kaum demokrat akan memaparkan diri mereka dalam persuasi yang demokratis dan akan menghasilkan pengukuhan dari pengalaman ini. Demikian pula orang yang religius akan mendengarkan pesan-pesan yang sesuai dengan keyakinan mereka dan akan menjadi kuat dalam meyakini kepercayaan mereka. Bahkan komunikasi yang kita kira mengubah sikap seringkali hanya merupakan pengukuhan dan sikap yang sudah ada. De Vito memberikan contoh tentang hal ini sebagai berikut:
Serial“All in the Family” telah lama dianggap mengubah sikap terhadap prasangka dan stereotype. Keseluruhan program ini dianggap sebagai sindiran terhadap prasangka. Archie (salah satu took dalam program ini) misalnya, dianggap mewakili orang idiot yang selalu diremehkan oleh anak dan menantunya. Tetapi penelitian menunjukan bahwa program ini lebih bersifat mengukuhkan ketimbang mengurangi prasangka etnis dan rasial. “Data”, kata niel Vidmar dan Milton Rokeach (1974), tampaknya mendukung mereka yang berpendapat bahwa program ini mengeksploitasi atau mendukung sikap fanatic.

b) Mengubah sikap
Media akan mengubah sementara orang yang tidak memihak dalam satu masalah tertentu. Jadi, mereka yang terjepit diantara orang Republik dan Demokrat (diAmerika) akhirnya akan tersesat kesalah satu pihak akibat pengaruh pesan-pesan media. Media juga banyak menghasilkan perubahan yang kita anggap sepele. Sebagai contoh, perubahan pada perilaku membeli kertas tisu, mungkin sangat dipengaruh oleh media. Akan tetapi De Vito menegaskan pula bahwa, preferensi politik, sikap religius, dan komitmen sosial, khususnya yang sangat kita yakini, tidak mudah diubah.

c) Menggerakkan
Dari sudut pandang pengiklan, fungsi terpenting dari media adalah menggerakkan (activating) para konsumen untuk mengambil tindakan. Media berusaha mengajak para pemirsa atau pembaca untuk membeli roti merk tertentu, menggunakan silet merk tertentu, dan memilih barang merk tertentu disbanding merk yang lain. Setelah suatu sikap dibentuk atau suatu pola perilaku dimantapkan, media berfungsi menyalurkan, mengendalikannya kearah tertentu. Sebagai contoh, setelah pola membayar $ 60 untuk sepotong celana jeans dimantapkan, media dapat mengarahkan perilaku ini dengan mudah ke merk Guess, Calvin Klein Sasson, atau merk apapunyang berharga mahal. Lebih baik lagi jika label harga nampak jelas.

d) Menawarkan etika atau system nilai tertentu
Fungsi persuasif lainya adalah mengetikakan (ethicizing). Dengan mengungkapkan secara terbuka adanya penyimpanan tertentu dari suatu norma yang berlaku (misalnya, skandal jim Brakker), media merangsang masyarakat untuk mengubah situasi. Mereka menyajikan etik kolektif kepada pemirsa atau pembaca. Sebagai contoh, tanpa dipublikasikannya skandal Watergate, tidaklah mungkin muncul tuntutan masyarakat yang akhirnya menjatuhkan pemerintah Richard Nixon. Ditulis 20 tahun sebelum skandal Watergate. Lazarsfeld dan Merton (1951) menyatakan;
Dalam masyarakat, fungsi pemaparan terbuka ini dilembagakan dalam komunikasi media massa; pers,radio,dan televise memaparkan penyimpanan dari opini public secara cukup terbuka, dan akibatnya, pemaparan ini menggerakan masyarakat untuk bertindak menentang apa yang secara pribadi dapat ditoleransi. Media massa dapat, misalnya, menggungkapkan ketegangan akibat diskriminasi rasial dengan menarik perhatian masyarakat atas praktik-pratik yang bertentangan dengan norma-norma non-diskriminasi. Adakalahnya, media dapat mengorganisasikan kegiatan-kegiatan terbuka menjadi suatu “perang suci”.

(3) Fungsi penyampain informasi
Menurut De Vito, sebagian besar informasi, kita dapatkan bukan dari sekolah, melainkan dari media. Kita belajar musik, politik, seni, flim, sosiologi, psikologi, ekonomi, dan masih banyak lagi subjek lainnya dari media. Kita juga mnggenal tempat-tempat lain dan massa-massa lain dari flim, di samping juga dari buku sejarah. Salah satu cara mndidik (atau mempersuasi) dlah melalui pengajaran nilai-nilai, opini, serta aturan-aturan yang dianggap benar kepada pemirsa atau pembaca. Artinya, ebagian dari fungsi edukasi media diarahkan untuk membuat khalayak tersosialisasi. Mereka melakukannya dalam drama, cerita, diskusi, artikel, komik, dan iklan-iklan. Dalam semua situasi ini, nilai-nilai masyarakat diungkapkan secara tidak dikatakan. Maksudnya begini, kita diajari bagaimana berpakaian yang pantas untuk berbagai macam kesempatan, apa artinya menjadi warga negara yang baik, apa makanan yang layak, bagaimana menyelenggarakan diskusi atau percakapan, bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berlainan bangsa atau suku, bagaimana berperilaku di tempat asing, dan lain sebagainya.

Informasi perlu disampaikan kepada warga masyarakat karena kenyataan menunjukan bahwa;
a)Manusia hanya dapat maju dan berkembang apabila dia mengetahui nilai-nilai yang perlu dicapai.
b) Tidak semua orang mempunyai pengetahuan yang sama mengenai nilai-nilai yang sudah berhasil dicapai, mengenai sarana-sarana yang harus dipakai dan bahaya-bahaya yang harus disingkiri.
c)Setiap orang mempunyai hak asasi untuk mendapat informasi yang berguna bagi kehidupannya.
Organisasi umat manusia akan berjalan pincang apabila dalam sistem sosialnya tidak didirikan tempat-tempat sumber informasi untuk menyiarkan apa yang berguna bagi kehidupan bersama, tidak hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan jasmani, tetapi juga hal-hal yang menyakut rohani yang tidak kurang pentingnya bagi manusia.
Menurut Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) menyimpulkan bahwa fungsi informasi, yakni kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya, apakah itu dalam lingkungan daerah, nasional atau internasional.

(4) Fungsi mendidik
Baik secara langsung maupun tidak langsung, komunikasi berfungsi memberikan bimbingan-bimbingan bagi masyarakat, amanat yang bernilai tinggi dapat menimbulkan gairah kerja, menghidupkan semangat yang telah padam. Warga masyarakat yang menyimpang dari pola-pola kelakuan yang benar dapat dikembalikan kejalan yang benar. Misalnya, kaum petani yang tidak tau bagaimana mengunakan pupuk menurut resep yang tepat untuk menyuburkan tanaman akan merasa menemukan petunjuk yang dicari.
Bimbingan disampaikan lewat pesan (amanat) yang sifatnya menuntun, menyutujui, menolak, mencela, menegur, mendukung atau menentang, mengajak atau menganjurkan, memberi petunjuk mengenai prioritas tertentu diantara sekian banyak tindakan yang harus dilaksanakan.
Menurut Sean MacBride, mengatakan bahwa fungsi mendidik, yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, baik untuk pendidikan formal disekolah maupun untuk diluar sekolah. Juga meningkatkan kualitas penyajian materi yang baik, menarik dan mengesankan.

KESIMPULAN

Fungsi adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh mannusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Komunikasi berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi media masa telah mengalami banyak perubahan.

TEKNIK BERKOMUNIKASI

1. PENDAHULUAN
Sepanjang waktu kita sernua melakukan komunikasi. Tidak ada untuk menghentikan proses komunikasi. Proses itu saja terjadi di kala kita menghendakinya; bahkan ada mengatakan di waktu kita sendirianpun kita berkomunikasi diri kita sendiri.
Komunikasii adalah suatu tingkah laku perbuatan atau kegiatan penyampaian atau pengoperan lambang‑lambang yang mengandung, makna atau arti. Atau perbuatan penyampaian gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain. Atau pemindahan atau penyampaian informasi mengenai pikiran dan perasaan­ perasaan.
Jika perhatikan pengertian komunikasi di atas maka dan berpikir merupakan dasar dalam komunikasi,sebab setiap komunikasi yang bertujuan bermula dari suatu pikiran dan ide.

2. INFORMASI

a. Sifat‑sifat informasi
Untuk dapat menyajikan informasi yang terpilih maka harus diketahui sifat‑sifat informasi. Sifat‑sifat informasi adalah sebagai berikut:

1) Informasi yang relevan dan yang tidak relevan. yang dimaksud.
2) Informasi dapat berguna dan kurang berharga i
3) Informasi dapat tepat waktunya dapat pul tidak tepat waktunya.
4) Informasi dapat valid da‑n dapat tidak valid


b. Faedah informasi
Setiap orang dalam setiap saat akan mengambil ke­putusan untuk mengambil keputusan yang tepat memerlukan Informasi yang relevan, berguna, tepat dan benar. Dengan demikian informasi merupakan bahan baku untuk mengambil keputusan. Pengambil­an keputusan oleh seseorang tanpa informasi yang relevan, berguna, tepat dan benar berarti seseorang mempertaruhkan dana yang dipercayakan kepadanya, karena tindakannya secara tidak langsung bersifat untung‑untungan, yang kemungkinan suksesnya kecil.

c. Tingkat hubungan dalam penyampaian informasi
Informasi dapat disebut pesan. Pesan terjadi karena ada penyampaian pesan dan penerima pesan. Terjadi informasi membuat terjalinnya hubungan antara penyampai pesan dan penerima pesan.

1) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut‑,dengan ritual.
2) Membicarakan orang lain.
3) Menyatakan gaga‑san clan pendapat.
4) Taraf dan tingkat perasaan.

MENGENAL DIRI SENDIRI DALAM BERHUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

a. Gaya Komunikasi
Setiap orang mempunyai keeenderungan tertentu sehubungan dengan orientasi nilainya. Picrre Cassee dalam bukunya: 'Training for the Cross Cultural Mind" menyebut ada empat orientasi nilai yang sangat besar pengaruhnya kepada cara orang berkomunikasi yaitu :


1) Orientasi kepada tindakan (disebut gaya 1)
2) Orientasi kepada proses (disebut gaya 2)
3) Orientasi kepada orang (disebut gaya 3)
4) Orientasi kepada ide (disebut gaya 4)

Penjelasan :
(1) Gaya komunikasi yang dipengaruhi oleh orientasi kepada tindakan (gaya 1). Orang yang kuat dengan gaya ini senang kepada tindakan. Mereka senang melakukan. dan menyelesaikan pekerjaan, juga senang kepada nasib pekerjaan. Mernecahkan persoalan dan memperbaiki sesuatu menjadi kesenangan.

(2) Gaya 2 adalah komunikasi yang berkaitan dengan orientasi kepada proses. Orang kuat dalam gaya ini menyukai fakta­fakta. Mereka juga senang mengorganisasikan, membuat struktur, serta menyusun strategi dan taktik.

(3) Gaya 3 adalah gaya khas yang berorientasi pada orang. Individu‑individu yang bergaya ini senang memusatkan perhatian pada proses sosial, ins­ruksi antar manusia, kerjasama, komunikasi,sistem sosial dan motivasi.

(4) Gaya 4 ditandai dengan orientasi kepada ide. Orang yang erorientasi kepada ide menyukai konsep, teori, pertukaran pikiran, inovasi, krea.tivitas serta hal‑hal yang baru dan luar biasa.