2 Juli 2008

REKOMENDASI AKG PADA ANAK SEKOLAH

REKOMENDASI AKG PADA ANAK SEKOLAH

Daniel Robert, SST, M.Kes




Latar Belakang

Sejak “konsepsi”, yaitu pertemuan “sebutir” ovum dengan “seekor” spermatozoid , maka pada saat itulah “Tuhan Yang Maha Besar” terucap di bibir kita, dan sejak saat itu pula selalu “ dipantau” oleh-Nya kelanjutan tumbuh dan kembang janin sampai ia dilahirkan dan dibesarkan menjadi orang dewasa yamg sehat.
Pada masa yang terentang antara usia 1 tahun sampai remaja boleh dikatakan sebagai periode laten, karena pertumbuhan fisik berlangsung tidak sedramatis ketika masih berstatus bayi. Makanan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Kekurangan makanan yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak. Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan obesitas. Kedua keadaan ini dapat meningkatkan morbiditas dan moralitas anak.
Monitoring pertumbuhan anak dengan menggunakan KMS, merupakan usaha untuk mencegah terjadinya malnutrisi pada anak. Seperti yang dikatakan oleh James Grant dari UNICEF bahwa untuk mempertahankan kelangsungan hidup seorang anak yaitu dengan : GOBI-FFF ( growth monitoring, oral rehydration, breast feeding, immunization, family planning, female education, and food supplementation).

Definisi

• AKG atau Recommended Dietary Allowance (RDA)
adalah rata-rata banyaknya energi dan zat gizi yang harus terpenuhi dari makanan setiap hari bagi hampir semua orang menurut golongan umur, jnis kelamin, ukuran tubuh dan aktivitas untuk mancapai derajat kesehatan yang optimal.
• Kebutuhan gizi (Nutrient Requirement) adalah banyaknya energi dan zat gizi minimal yang diperlukan oleh masing-masing individu untuk mempertahankan kesehatannya.

Di tahun pertama kehidupan, panjang bayi bertambah sebanyak 50 %, tetapi tidak terlipat setelah usia bertambah sampai 4 tahun. Anak yang berumur 1- 3 tahun akan mengalami pertambahan berat sebanyak 2-2,5 kg dan tinggi sebesar rata-rata 12 cm setahun (tahun kedua 12 cm, ketiga 8-9 cm). Pertambahan berat anak prasekolah (4-6 tahun) berkisar antara 0,7-2,3 kg dan tinggi 0,9-1,2 cm/ tahun sehingga menyebabkan tubuh mereka tampak "kurus". Berat pada usia 7-10 tahun bertambah sekitar 2 kg dan tinggi badan 5-6 cm setiap tahun. Menjelang pubr pertambahan berat dapt mencapai 4-4,5 kg setahun.
Pada usia ini kebanyakan anak hanya mau makan satu jenis makanan selama berminggu-minggu. Orang tua tidak boleh gusar, asal makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Sementara itu, orang tua (atau pengasuh anak) tidak boleh jera menawarkan kembali jenis makanan lain setiap kali makan.

Tabel 2. Rumus Perkiraan Berat Badan Anak

Usia Berat Badan (kg)

lahir 3,25
03-12 bulan {Usia (bl) + 9) : 2}
01-06 tahun {Usia (th) x 2 + 8}
06-12 tahun {Usia (th) x 7 - 5} : 2



Tabel 3. Rumus Perkiraan Tinggi Badan Anak

Usia Tinggi badan (cm)
lahir 50
- 1 tahun 75
02 - 12 tahun Usia (th) x 6 + 77




Kecukupan Energi Anak

Perhitungan AKEI bagi anak-anak menurut Komisi Ahli FAO/WHO/UNU (1985) didasarkan pada konsumsi rata-rata anak sehat hasil penelitian mutakhir Ferro Luzzi dan Durnin (1981) terhadap 6.500 anak wanita dan 6000 anak pria di Negara-negara maju dan sedang berkembang.
Komisi Ahli sepakat untuk menambah nilai konsumsi anak-anak hasil penelitian Ferro Luzzi dan Durnin sebesar 5 % untuk dijadikan AKEI anak-anak. Penambahan ini dimaksudkan untuk mencapai AKEI yang layak bagi kegiatan fisik anak-anak. AKE ini menurut tingkat umur (Kal/kg (b/hr) disajikan pada Tabel 4. Cara menghitung AKEI anak-anak secara umum dirumuskan sebagai berikut :


AKEIi = (AKEi) (Bi)

Dimana:
AKEIi = Angka kecukupan energi individu bagi anak umur-i (kal/org/hr)
AKEi = Angka kecukupan energi bagi anak umur-i (Kal/Kg/B/hr)
Bi = Berat badan sehat anak umur-i









Tabel 4. Angka Kecukupan Energi Per Kilogram Berat Badan (AKE) Bagi Anak Umur 1-9 Thn
Menurut Umur Dan Jenis Kelamin

Umur Anak
(tahun) AKE anak
Pria
(kal/kg B/hr) Wanita
(kal/kg B/hr) Rata-rata
(kal/org B/hr)
1-2 104 106 105
2-3 104 102 103
3-4 99 95 97
4-5 95 92 94
5-6 92 88 90
6-7 88 83 86
7-8 83 76 80
8-9 77 69 73
9-10 72 62 67


Tabel 5. Cara Menghitung Angka Kecukupan Energi Individu (AKEI) Bagi Anak Umur 1-9 Tahun
Menurut Umur Dan Jenis Kelamin

Umur anak (tahun) Berat badan (kg) AKE (kal/kg B/hr) AKEI (kal/org/hr)
Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
(1) (2) (3) (4) (1) x (3) (2) x (4)
1-2 104 106
2-3 104 102
3-4 99 95
4-5 95 92
5-6 92 88
6-7 88 83
7-8 83 76
8-9 77 69
9-10 72 62

Berat badan yang digunakan adalah berat badan sehat

Tabel 6. Contoh Perhitungan Angka Kecukupan Energi Individu (AKEI) Bagi Anak Umur 1-9
Tahun Menurut Umur Dan Jenis Kelamin

Umur anak (tahun) Berat badan (kg) AKE (kal/kg B/hr) AKEI (kal/org/hr)
Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
(1) (2) (3) (4) (1) x (3) (2) x (4)
1-2 8.2 7.6 104 106 853 806
2-3 12.1 11.2 104 102 1258 1142
3-4 13.9 13.5 99 95 1476 1283
4-5 15.7 15.0 95 92 1492 1380
5-6 17.4 16.5 92 88 1601 1518
6-7 19.3 18.1 88 83 1698 1503
7-8 21.2 20.2 83 76 1760 1535
8-9 23.2 22.7 77 69 1786 1566
9-10 25.5 25.5 72 62 1836 1581



Masalah Gizi Anak

• Anemia defisiensi besi
Keadaan ini terjadi karena terlalu sedikit kandungan zat besi dalam makanan, terutama pada anak yang terlalu banyak mengonsumsi susu sehingga mengendurkan keinginan untuk menyantap makanan lain. Untuk mengatasi, diberikan suplementasi zat besi, dan dibiasakan menyantap makanan yang banyak mengandung zat besi. Selain itu, sebagian susu diganti dengan air atau air jeruk. yang dapat membantu penyerapan zat besi.

• Karies gigi
Karies gigi biasanya berlanjut sampai anak memasuki usia remaja, bahkan sampai dewasa.Makanan yang dapat dengan mudah menimbulkan karies, antara lain keripik kentang, permen (terutama permen karet), kue yang berisi krim, kue kering, dan minuman manis. Namun pada prinsipnya hal ini disebabkan apabila sesudah sesudah makan anak tidak dibiasakan segera menggosok gigi.
Upaya mencegah karies, tentu sudah jelas, yaitu menggosok gigi dengan pasta gigi berfluorida (sebaiknya segera sesudah makan), di samping tidak mengkonsumsi makanan yang lengket atau bergula. Makanan cemilan yang baik untuk gigi, antara lain buah segar, popcorn, kacang, keju, yogurt, kraker berselai kacang, air buah dan sayuran, sayuran segar, dll. Di luar ini, permen (terutama permen karet), lolipop, sereal berlapis gula, sebaiknya tidak dibiasakan untuk dicemil.

• Penyakit kronis
Penyakit yang tidak menguras cadangan energi sekalipun, jika berlangsung lama dapat mengganggu prtumbuhan karena menghilangkan nafsu makan anak.

• Berat badan berlebih
Jika tidak teratasi, berat badan berlebih (apalagi jika telah mencapai obesitas) akan berlanjut sampai remaja dan dewasa. Kelebihan berat badan anak terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan keluar, terlalu banyak makan, terlalu sedikit olahraga, atau keduanya. Kelebihan berat anak tidak boleh diturunkan, karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan.

• Pica
Orang yang mengonsumsi sesuatu bukan makanan, semisal perca dan debu, tergolong ke dalam pica. Perilaku tersebut tidak membahayakan hidup anak sejauh dia tidak menyantap zat toksik. Pica harus dibedakan dengan "kebiasaan" anak, terutama batita, memasukkan barang ke dalam mulut.

• Televisi
Sesungguhnya bukan televisi yang menimbulkan masalah gizi, melainkan dampak tayangnya, terlebih iklan yang dilakonkan oleh anak, karena pemirsa anak yang belum dapat berpikir kritis mudah terbujuk dan hampir seketika menyukai. Satu-satunya cara yang efektif untuk menghindarkan tayangan "buruk" itu adalah dengan mematikan TV atau memindahkan saluran lain.


• Berat badan kurang
Kekurangan berat yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh merupakan masalah serius. Kondisi ini mencerminkan kebiasaan makan yang buruk.

• Alergi
Secara literal, alergi makanan diartikan sebagai respons tidak normal terhadap makanan yang orang biasa tidak dapat menoleransinya.Alergi makanan tidak jarang terlihat pada anak ( 5-8% ) dan dewasa ( 1-2% ), terutama mereka yang memiliki riwat keluarga sebagai penderita alergi. Angka kejadian ini akan terus meningkat, sama seperti kasus energi lain semisal atopik / asma.Bergantung pada jenis makanan yang disantap,alergi boleh jadi bersifat sementara atau bahkan menetap.Alergi yang dipicu oleh susu, kedelei, telur, dan tepung terigu, dapat reda sendiri, sementara yang disebabkan oleh kacang, ikan, dan kerang cenderung menetap. Kebanyakan elergi susu pada tahun pertama kehidupan ketika anak diperkenalkan dengan susu sapi / formula.Alergi ini juga dapat meredah sejalan dengan pertambahan usia, kecuali mereka yang bersifat "ATOPIK".
Prevalensi alergi terhadap telur diperkirahkan sekitar 1,6-2,6% dari populasi anak,di kalangan penderita dermatitis atopik. Reaksi alergi kira-kira 30 menit setelah santap, yang termanifestasi sebagai gangguan kulit (85%), saluran cerna (60%) dan pernapasan (40%).Memasuki usia sekolah,sebagian anak (44%) kembali dapat menikmati telur tanpa khawatir alergi,sementara sisanya (56&) tidak. Angka prevelensi terhadap kacang hanya menyentuh angka 0,6%. Gejala yang muncul pada kali pertama menyantap kacang terjadi kurang dari 30 menit (90%), bermanifestasi mulai dari gangguan kulit hingga pernapasan.
Gejala akan semakin berat (40%) pada santapan berikutnya sementara 20% anak yang tadinya alergi justru dapat mengunyah kacang dengan aman pada santapan berikutnya.

Tabel 7. Makanan Yang Cenderung Menyebabkan Alergi

Bayi Anak > 2 thn Anak besar / dewasa
Susu sapi Susu sapi Susu sapi
Coklat / cola Coklat / cola
Terigu Tomat, kacang polong, sitrun
Jagung Babi, putih telur, ikan,kacang


Penilaian Status Gizi

Pada prinsipnya, penilaian status gizi anak serupa dengan penilaian pada periode kehidupan lain. Pemeriksaan yang perlu lebih diperhatikan tentu saja bergantung pada bentuk kelainan yang bertalian dengan kejadian penyakit tertentu. Kurang kalori protein, misalkan lazim menjangkiti anak. Oleh karena itu pemeriksaan terhadap tanda dan gejala ke arah sana termaksud pula kelainan lain. Pemeriksaan klinis diarahkan untuk mencari kemungkinan adanya bintik bitot, xerosis konjungtiva, anemia, pembesaran kelenjar parotis, kheolosis angular, fluorosis, karies, gondok, serta hepato dan splenomengali.
Penilaian antropometri yang penting dilakukan ialah penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan, lingkar lengan, dan lipatan kulit triseps.Pemeriksaan ini penting, terutama pada anak prasekolah yang berkelas ekonomi dan sosial rendah. Pengamatan anak usia sekolah dipusatkan terutama pada percepatan tumbuh. Uji pertumbuhan pada golongan usia ini setidaknya diselenggarakan setahun sekali, karena laju pertumbuhan pada fase ini relatif lambat. Sebagai patokan, pertambahan berat anak usia 5-10 tahun berkisar sampai 10%-nya, sementara tinggi badan hanya bertambah sekitar 2 cm setahun.
Uji biokimiawi yang penting ialah pemeriksaan kadar hemoglobin, serta pemeriksaan apusan darah untuk malaria.

Pemantauan Pertumbuhan

Pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan “ kartu menuju sehat “ ( KMS ) balita. Kartu menuju sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan, bukan menilai status gizi. Berbeda dengan KMS yang diedarkan Depkes RI sebelum tahun 2000, garis merah pada KMS versi tahun 2000 bukan merupakan pertanda gizi buruk, melainkan garis “kewaspadaan”. Manakalah berat badan balita tergelincir dibawah garis ini, petugas kesehatan harus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap indikator antropometrik lain.

Konsumsi dan Kebutuhan

Protein
Fungsi :
1. Pertumbuhan dan pemeliharaan
2. Pembentukan ikatan-ikatan esensial
3. Mengatur keseimbangan air dalam tubuh
4. Pembentukan anti bodi
5. Mengangkut zat-zat gizi
6. Menyediakan energy

Sumber protein : Bahan makanan hewani seperti susu, telur, daging sapi, unggas, ikan, kerang,dan tanaman kacang, polong – polongan dan biji – bijian.

*)Untuk kebutuhan protein dapat dilihat pada AKG



Vitamin A
Fungsi :
1. Penglihatan
2. Diferensiasi sel
3. Fungsi kekebalan
4. Pertumbuhan dan perkembangan
5. Pembentukan sel darah merah

Sumber vit. A : Hati, kuning telur, susu dan mentega.

*)Untuk kebutuhan vit. A dapat dilihat pada AKG

Vitamin D
Fungsi : Membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang berasam vit. A dan C

Sumber vit. D : Dapat diperoleh dari sinar matahari.

*)Untuk kebutuhan vit. D dapat dilihat pada AKG

Vitamin E
Fungsi :
1. Peroksidasi lipida dan vitamin E
2. System pertahanan antioksidan
3. Merangsang reaksi kekebalan
4. Sintesis DNA

Sumber : Dapat diperoleh dari minyak tumbuh-tumbuhan.

*)Untuk kebutuhan vit. E dapat dilihat pada AKG

Vitamin K
Fungsi : Mengubah residu protein

Sumber : Hati, sayuran daun warna hijau, kacang polong, kacang buncis.

*)Untuk kebutuhan vit. K dapat dilihat pada AKG


Thiamin
Fungsi : Sebagai koenzim berbagai reaksi metabolisme energy.

Sumber : Serealia tumbuk atau setengah giling dan kacang-kacangan.

*)Untuk kebutuhan thiamin dapat dilihat pada AKG

Riboflavin
Fungsi : Mengikat asam fosfat

Sumber : Susu, keju, hati, daging.

*)Untuk kebutuhan riboflavin dapat dilihat pada AKG

Niacin
Fungsi : Bagian koenzim NAD dan NADP

Sumber : Hati, ginjal, ikan, daging, ayam, dan kacang tanah.

*)Untuk kebutuhan niacin dapat dilihat pada AKG

Vitamin B12
Fungsi : Mengubah folat menjadi bentuk aktif.

Sumber : Susu, telur, ikan, keju.

*)Untuk kebutuhan vit. B12 dapat dilihat pada AKG

Vitamin C
Fungsi :
1. Sintesis kolagen
2. Absorpsi dan metabolisme besi
3. Absorpsi kalsium
4. Mencegah infeksi

Sumber : Dapat ditemukan pada sayur dan buah yang asam seperti jeruk, nanas, dan rambutan

*)Untuk kebutuhan vit. C dapat dilihat pada AKG


Kalsium
Fungsi :
1. Pembentukan tulang dan gigi
2. Mengatur pembekuan darah
3. Katalisator reaksi biologic

Sumber : Susu dan hasil susu

*)Untuk kebutuhan kalsium dapat dilihat pada AKG

Fosfor
Fungsi :
1. Kalsifikasi tulang dan gigi
2. Absorpsi dan transportasi zat gizi
3. Pengaturan keseimbangan asam basa

Sumber : Dari makanan yang kaya akan protein

*)Untuk kebutuhan fosfor dapat dilihat pada AKG

Magnesium
Fungsi : bertindak sebagai kataliator dalam semua jaringan lunak dalam tubuh.

Sumber : Sayuran hijau, serealia tumbuk, kacang-kacangan.


Nutrisi Otak

Karbohidrat
Otak memerlukan suplai glukosa yang konstan dan tetap, yang menyuplay Energi yang di perlukan otak. Makanan berkarkarbohidrat adalah sumber terbaik,dan sebaiknya memenuhi sepertiga dari diet anak. Karbohidrat mempunyai dua bentuk : sederhana dikenal sebagai zat gula dan kompleks dikenal sebagai zat tepung. Karbohidrat dalam makanan anak sebaiknya terutama terdiri atas gula intristik dan karbohodrat kompleks yang belum dip roses di temukan dalam roti, gandum, kentang, polong – polong, pasta, beras merah, dan sayuran. Karbohidrat tak dip roses lebih baik dari pada yang diproses karena mengandung lebih banyak nutrisi dan serat, dan penting untuk otak serta membantu mempertahankan kestabilan kadar gula darah dan member energy terus – menerus dan lama.

Protein
Protein terdiri atas 25 asam amino. Delapan di antaranya dikenal sebagai asam amino esensial yang penting dalam pembuatan saraf penghubung, pembawa pesan otak sehingga vital untuk kimiawi otak dan emosi. Asam amino tyrosine yang di temukan pada ikan, produk – produk susu, telur, oatmeal, dan ayam kalkun dapat memperbaiki suasana hati lai, phenylalanine, di pakai untuk mengatur gula darah melalui insulin.


Lemak
60 % bagian otak adalah lemak yang berasal dari makanan. Jenis lemak yang di makanan anak mempengaruhi komposisi lemak dalam otaknya. Oleh kerena itu amatlah penting memasukan jenis lemak yang “tepat” dalam makanan anak sebab itu diperlukan untuk perkembangan otak dan memungkinkan anak – anak untuk berpikir, menyimpan, dan membangkitkan kembali ingatan mereka.


Penutup

Tumbuh kembang anak mengikuti pola yang sam dan tertentu, tetapi kecepatannya berbeda antara anak yang satu dengan yang lain. Kualitas tumbuh kembang anak dapat ditingkatkan dengan berbagai usah baik yang dilakukan oleh orang tua, masyarakat maupun oleh pemerintah. Selain itu,untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak di lakukan diet dan gaya hidup yang sehat dengan memberikan pola makan yang sehat dengan memperhatikan nutrisi agar supaya anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki kecerdasan.karena pemberian pola makan yang sehat sangat berpengaruh untuk tumbuh kembang anak. untuk itu anak di diperlukan deteksi dan penanganan dini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kelak.


Daftar Pustaka

1. Arisman, MB. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
2. Martianto, Drajat. 1989. Menaksir Kecukupan Energy Dan Protein Serta Penilaian Mutu Gizi Konsumsi Pangan. Jakarta : Wirasari.
3. Soetjiningsih, 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
4. Graimes, Nicola. 2008. Brain Foods for Kids. New York : Bantam Della.
5. Almatsier, Sunita. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar: